Karya: Muhammad Hadi
Nasib kau jadi asbak
Tempat dimana orang mengayak
Ayakan debu hitam
Melekat serbuk mengancam
Ancaman ada untuk melepas
Kau dari genggam pengisap
Asap batuk membawa penyakit
Saat menyandang atuk
Hutan tak akan terlahap api
Bila kau ada menampung
Kau akan bersih
Saat pengayak asap sedih
Dilanda krisis
Kulukis Alam Kota
suara simpang
mengundang pagi lagi
kulukiskan suasana jalan raya ini
dengan suara memekak gendang telinga
menuntun tangan menggores kata
kakikaki manusia memenuhi samping
jalan mengikis kerak kering
dan hiasan warna warni calon atas
yang akan menetas memimpin
bus kota menyebar sahut
yang ditunggu malas menyambut
opelet lari henti seperti kurakura
menurun menarik dalam kaca
ada juga konser depan kedai
sebab lidah lama tak dibelai
sebab hanya bagi pagi
bisa raba suasana asli
dengan cahaya masih asri
menyenangi mata untuk pandangi
entahlah pada matahari atas nanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar