Kamis, 13 November 2014

Kisah Inspiratif-Motivasi/Cita-cita bukan suatu yang mustahil

Cita-cita bukan suatu yang mustahil
Di dalam dunia ini, setiap manusia memiliki kisah dan cerita tersendiri dalam menjalani kehidupannya. Tentunya kita memiliki pengalaman yang berbeda-beda dan memiliki arti tersendiri. Maka bagi orang-orang yang ingin mengambil pelajaran dari pengalaman diri dan orang lain adalah merupakan kebijakansaan tersendiri baginya.
“Guru, engkau boleh boleh menyimpan nilai E tersebut, tapi aku akan tetap menyimpan impian ini.”
Seorang anak laki-laki bernama Monty. Ayahnya adalah seorang pelatih kuda miskin yang kerjanya melatih kuda-kuda di tiap peternakan. Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari suatu peternakan ke peternakan yang lain. Singkat cerita sang anak sering pindah-pindah sekolah karena mengikuti pekerjaan sang Ayah.
Kisah ini dimulai pada saat Monty mendapat tugas dari guru gambarnya di sekolah untuk membuat suatu karanagan mengenai apa yang dia inginkan. Akhirnya, pada malam harinya dia berpikir dan mengerjakan karangan itu menjadi tujuh halaman karangan. Yang menakjubkan untuk anak seusia Monty pada saat itu adalah dia menulis ke-7 halaman karangan itu begitu terperinci mengenai peternakan kuda. Karena sang ayah adalah seorang pelatih kuda sehingga membuat Monty terobsesi sekali mempunyai mimpi atau cita-cita berupa peternakan kuda seluas 200 hektar dan terdapat rumah seluas 4000 m2. Di tengah-tengan peternakan kuda tersebut, semua trak lintasan kuda, arena bertanding, kandang kuda, serta rumahnya digambar dengan jelas dan detail tanpa ada terlewatkan suatu hal kecil pun.
Esok harinya dia menyerahkan hasil karangan tersebut kepada gurunya. Dua hari kemudian semua karangan dikembalikan oleh sang guru kepada murid. Namun, Monty melihat karangan tersebut dengan kecewa karena karangan tersebut mendapat nilai E serta terdapat tulisan catatan gurunya,
“Mohon bertemu saya setelah kelas usai.”
Hanya Monty sendiri yang mendapat nilai E pada saat itu.
Ketika bertemu dengan gurunya Monty langsung protes dengan nilai tersebut. Aneh tapi nyata, malah sang guru yang balik menyalahkan Monty. Gurunya berkata bahwa semua yang dibuat oleh Monty itu adalah impian yang tidak masuk akal, “semuanya terlalu besar buat anak seukuran kamu, kamu hanyalah seorang anak dari pelatih kuda miskin, mana mungkin bisa mewujudkan itu semua, itu memerlukan biaya yang sangat besar sekali, kamu tidak punya latar belakang, bahkan kamu tidak menyiapkan sedikit pun untuk membangun ini, mana mungkin ini semua terjadi.”
“Kamu saya berikan waktu untuk memperbaiki karangan ini, apa bila kamu membuat sesuatu yang lebih masuk akal, nilaimu akan saya ubah Monty.”
Begitulah kata sang guru terhadap Monty. Akhirnya Monty pulang dan berpikir apakah dia harus merubah semua karannya.
Dia bertanya pada sang ayah. Sang ayah dengan bijak hanya berkata, “Monty, ini semua terserah padamu, karena ini semua menyangkut masa depanmu, engkau sendirilah yang bisa menentukan hidupmu.”
Satu minggu kemudian berlalu, akhirnya Monty mengumpulkan karangan tersebut tanpa merubah sedikit pun. Monty kecil hanya menulis, “Guru, engkau boleh menyimpan nilai E tersebut, tapi aku akan tetap menyimpan impian (cita-cita) ini.”
Puluhan tahun berlalu sejak kejadian itu. Sekarang, Monty besar bercerita kepada grupnya, saya bercerita seperti ini kepada kalian karena guru saya tersebut duduk di lahan peternakan kuda saya seluas 200 hektar dan masuk ke dalam rumah saya seluas 4000 m2. Saya masih menyimpan karangan dulu tersebut, bahkan membingkainya dan tetap bertulisan huruf E untuk nilainya. Dua musim panas yang lalu bahkan guru yang memberi nilai E tersebut datang kepada Monty bersama 30 orang anak kecil lainnya untuk melihat peternakan kuda Monty.
Pada saat pulang sang guru berkata sesuatu kepada Monty: “Monty, saya bisa katakan kepada Anda. Pada saat menjadi guru Anda, saya telah menjadi orang yang mencuri impian banyak dari anak-anak seperti Anda, tapi Anda sungguh luarbiasa untuk terus mempertahankan impian tersebut.”
Cita-cita merupakan hak setiap orang, miliki dan genggamlah cita-cita itu, jangan biarkan badai, cercaan, kritik yang pedas menghentikan cita-cita Anda. Kita harus optimis dengan cita-cita yang ada, tidak perlu melenyapkan impian yang ada karena ketidak setujuan orang lain yang memiliki cita-cita yang berbeda. Tak perlu mundur selangkah pun, jika kita yakin bahwa cita-cita ini baik dan sungguh bukan suatu yang mustahil kita gapai dikemudian hari.

http://tuahmaknaforum.blogspot.com/search/label/KISAH%20INSPIRATIF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar