Kamis, 20 November 2014

Mengekor budaya barat

Beberapa hari yang lalu saya mendapat sms dengan sebuah pertanyaan yang klasik. “Bagaimana hukumnya mengucapkan ucapan ulang tahun kepada seseorang, apakah boleh atau tidak?” Saya memang bukan ahli tentang hal ini, namun saya coba menjawabnya dengan arif. 
Kurang lebih saya jawab berikut:
‘Sobat, mungkin kita pernah tejebak dengan hal ucapan ultah, namun setelah Allah beri ilmu dan cahaya, maka sudah jelas ucapan ulang tahun itu bukan budaya kita (Islam), itu budaya non-muslim, bukankah Nabi pernah mengatakan. “Barang siapa yang megikuti suatu golongan, maka ia termasuk golongan tersebut.” Jadi sobat tinggal pilih sesuai dengan keimanan.’

Sobat muda, budaya ulang tahun, tidak ada dalam Islam, jadi kita tidak usah mengekor pada budaya yang tidak jelas ujung pangkalnya. Yang parah lagi yang sudah jelas budaya itu bukan dari Islam, eh malah semakin diikutin, misalnya Valentine day, itu nggak islami banget. Dan langganan bulanan juga tidak kalah telah menjamur pada kalangan kawula muda, yaitu percaya Zodiak (ramalan bintang), hari gini percaya ramalan, apa kata dunia? Sobat, ketangguhan kita bakalan terbukti jika kita mengenal budaya Islam dan meninggalkan budaya-budaya non-Islam yang tujuan budaya mereka itu hanya merusak dan mengaburkan budaya Islam yang sudah jelas kebenarannya. Dengan demikian kita tidak menjadi penghalang keagungan agama Islam itu sendiri.

Imam Syakib Arselan pernah mengatakan, “keagungan agama Islam terhalang oleh umat Islam itu sendiri.” Burhanuddin pernah mengatakan bahwa masih adanya kekeliruan atas anggapan bahwa Islam adalah warisan para penjajah dan para orientalis di Indonesia. Ada tiga senjata yang sengaja disimpan oleh para penjajah dahulu di kalangan bangsa Indonesia:
1.Budaya barat yang merusak moral,
2.Orang-orang Islam diupayakan agar benci kepada syari’at Islam,
3.Orang-orang Islam supaya hilang kebanggaannya terhadap agamanya sendiri.


Oleh: Abu Hamka
Referensi rujukan:
Al-qur’an dan terjemahan
Kitab terjemah Hadist Shahih Bukhari
Tafsir Ibnu Katsir: jilid 10
Shahih Riyadhush Shalihin: Imam Nawawi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar