HIDANGAN
KISAH
Orang
yang sukses tidak akan menjadikan “Tuan Malas” sebagai antek dalam petualangan
hidupnya. Mereka selalu berani mengatakan ‘tidak’ buat “Tuan Malas”, ia tahu
tidak ada kebahagiaan dan kesuksesan dengan bermalas-malasan. Mereka akan
memilih “Tuan Rajin” untuk menuju ketempat tertinggi dalam kesuksesan ini.
Inilah cerita menu jiwa kita pada petualangan kali ini.
Andrew
Carnagie adalah orang yang pernah menduduki posisi orang paling kaya di dunia.
Semasa kecilnya ia gemar menabung. Dan sejak kecil Andrew tidak pernah
merepotkan orang lain, bahkan tidak pula mau merepotkan orang tuanya. Ketika
tabungannya terkumpul maka Andrew pergi kepasar lalu membeli setengah peti
jeruk. Jeruk itu dijualnya dan hasilnya tiga kali lipat dari modal semula.
Dengan demikian Andrew semakin bersemangat dalam mengembangkan dagangannya.
Akan
tetapi tiba-tiba dia mendengar dari ayahnya bahwa perekonomian di desanya
sangat memprihatinkan. Dan akhirnya Andrew diajak orang tuanya untuk pindah ke
negeri lain guna mencari pekerjaan.
Setelah
sampai di Amerika maka mereka pun akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai
pemintal kayu, ibunya menjadai tukang cuci sedang Andrew sediri bekerja sebagai
tukang kincir angin. Karena Andrew rajin dalam pekerjaanya dan selalu ada
peningkatan di perusahaan maka sebentar-bentar majikannya menaikan gajinya. Dan
uang gajinya itu ditabungnya.
Disamping
rajin bekerja, Andrew pun gemar sekali membaca. Setiap ada waktu luang, dia
tidak pernah menyia-nyiakan waktunya. Kegemaran dan rasa butuh dalam membacanya
itu kiranya membawa derajatnya naik ke beberapa tingkat sehingga oleh Andersen,
dia dipercayai untuk mengurus perpustakaan miliknya.
Beberapa
tahun kemudian dia berhasil membeli saham pada perusahaan besi. Dan ketika
perusahaan besi itu gulung tikar maka Andrew menggunakan kesempatan itu
sebaik-baiknya. Dibelinya pabrik yang hampir bangkrut itu. Ditempuhnya jalan
yang dianggap sukar, dia harus mengalihkan dari metode yang dilakukan oleh
direktur perusahaan diubahnya dengan cara-cara sendiri. Maka dalam waktu
beberapa tahun saja, Andrew berubah menjadi orang yang terkaya di Amerika. Hal
ini karena Andrew selalu rajin dan membuang rasa malasnya jauh-jauh.
Kemudian
dia pergi ke Inggris, yaitu negara yang terkenal maju. Ketika itu di kota
Derby, dia melihat rel dari baja, juga di Sheffield ada wajan penuang dalam
pabrik. Maka segeralah dia membuat pabrik rakasasa yang memproduksi rel baja
dan wajan penuang. Dia yakin dengan usaha seperti ini ia dapat mengalahkan
perusahaan di Inggris. Itulah sifat ulet dan terpuji yang dimiliki Andrew
sehingga berhasil dalam segala hal padahal sejak kecil dia tidak pernah
sekolah.
“Ada hal yang
sangat berbeda dengan orang sukses, mereka selalu membaca kedaan, peluang dan
yang paling baik adalah mereka bersegera maju, tidak terlena dalam rasa malas
yang membuat ketertinggalan sepanjang waktu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar