Jumat, 17 Januari 2020

Andrew Carnagie


HIDANGAN KISAH
Orang yang sukses tidak akan menjadikan “Tuan Malas” sebagai antek dalam petualangan hidupnya. Mereka selalu berani mengatakan ‘tidak’ buat “Tuan Malas”, ia tahu tidak ada kebahagiaan dan kesuksesan dengan bermalas-malasan. Mereka akan memilih “Tuan Rajin” untuk menuju ketempat tertinggi dalam kesuksesan ini. Inilah cerita menu jiwa kita pada petualangan kali ini.
Andrew Carnagie adalah orang yang pernah menduduki posisi orang paling kaya di dunia. Semasa kecilnya ia gemar menabung. Dan sejak kecil Andrew tidak pernah merepotkan orang lain, bahkan tidak pula mau merepotkan orang tuanya. Ketika tabungannya terkumpul maka Andrew pergi kepasar lalu membeli setengah peti jeruk. Jeruk itu dijualnya dan hasilnya tiga kali lipat dari modal semula. Dengan demikian Andrew semakin bersemangat dalam mengembangkan dagangannya.
Akan tetapi tiba-tiba dia mendengar dari ayahnya bahwa perekonomian di desanya sangat memprihatinkan. Dan akhirnya Andrew diajak orang tuanya untuk pindah ke negeri lain guna mencari pekerjaan.
Setelah sampai di Amerika maka mereka pun akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai pemintal kayu, ibunya menjadai tukang cuci sedang Andrew sediri bekerja sebagai tukang kincir angin. Karena Andrew rajin dalam pekerjaanya dan selalu ada peningkatan di perusahaan maka sebentar-bentar majikannya menaikan gajinya. Dan uang gajinya itu ditabungnya.
Disamping rajin bekerja, Andrew pun gemar sekali membaca. Setiap ada waktu luang, dia tidak pernah menyia-nyiakan waktunya. Kegemaran dan rasa butuh dalam membacanya itu kiranya membawa derajatnya naik ke beberapa tingkat sehingga oleh Andersen, dia dipercayai untuk mengurus perpustakaan miliknya.
Beberapa tahun kemudian dia berhasil membeli saham pada perusahaan besi. Dan ketika perusahaan besi itu gulung tikar maka Andrew menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. Dibelinya pabrik yang hampir bangkrut itu. Ditempuhnya jalan yang dianggap sukar, dia harus mengalihkan dari metode yang dilakukan oleh direktur perusahaan diubahnya dengan cara-cara sendiri. Maka dalam waktu beberapa tahun saja, Andrew berubah menjadi orang yang terkaya di Amerika. Hal ini karena Andrew selalu rajin dan membuang rasa malasnya jauh-jauh.
Kemudian dia pergi ke Inggris, yaitu negara yang terkenal maju. Ketika itu di kota Derby, dia melihat rel dari baja, juga di Sheffield ada wajan penuang dalam pabrik. Maka segeralah dia membuat pabrik rakasasa yang memproduksi rel baja dan wajan penuang. Dia yakin dengan usaha seperti ini ia dapat mengalahkan perusahaan di Inggris. Itulah sifat ulet dan terpuji yang dimiliki Andrew sehingga berhasil dalam segala hal padahal sejak kecil dia tidak pernah sekolah.
“Ada hal yang sangat berbeda dengan orang sukses, mereka selalu membaca kedaan, peluang dan yang paling baik adalah mereka bersegera maju, tidak terlena dalam rasa malas yang membuat ketertinggalan sepanjang waktu.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar