Hidangan Kisah
Cita-cita bukan suatu yang
mustahil
Di dalam dunia ini, setiap manusia
memiliki kisah dan cerita tersendiri dalam menjalani kehidupannya. Tentunya
kita memiliki pengalaman yang berbeda-beda dan memiliki arti tersendiri. Maka
bagi orang-orang yang ingin mengambil pelajaran dari pengalaman diri dan orang
lain adalah merupakan kebijakansaan tersendiri baginya.
“Guru, engkau boleh boleh
menyimpan nilai E tersebut, tapi aku akan tetap menyimpan impian ini.”
Seorang anak laki-laki bernama
Monty. Ayahnya adalah seorang pelatih kuda miskin yang kerjanya melatih
kuda-kuda di tiap peternakan. Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain,
dari suatu peternakan ke peternakan yang lain. Singkat cerita sang anak sering
pindah-pindah sekolah karena mengikuti pekerjaan sang Ayah.
Kisah ini dimulai pada saat Monty
mendapat tugas dari guru gambarnya di sekolah untuk membuat suatu karanagan
mengenai apa yang dia inginkan. Akhirnya, pada malam harinya dia berpikir dan
mengerjakan karangan itu menjadi tujuh halaman karangan. Yang menakjubkan untuk
anak seusia Monty pada saat itu adalah dia menulis ke-7 halaman karangan itu
begitu terperinci mengenai peternakan kuda. Karena sang ayah adalah seorang
pelatih kuda sehingga membuat Monty terobsesi sekali mempunyai mimpi atau
cita-cita berupa peternakan kuda seluas 200 hektar dan terdapat rumah seluas
4000 m2. Di tengah-tengan peternakan kuda tersebut, semua trak lintasan kuda,
arena bertanding, kandang kuda, serta rumahnya digambar dengan jelas dan detail
tanpa ada terlewatkan suatu hal kecil pun.
Esok harinya dia menyerahkan hasil
karangan tersebut kepada gurunya. Dua hari kemudian semua karangan dikembalikan
oleh sang guru kepada murid. Namun, Monty melihat karangan tersebut dengan
kecewa karena karangan tersebut mendapat nilai E serta terdapat tulisan catatan
gurunya,
“Mohon bertemu saya setelah kelas
usai.”
Hanya Monty sendiri yang mendapat
nilai E pada saat itu.
Ketika bertemu dengan gurunya
Monty langsung protes dengan nilai tersebut. Aneh tapi nyata, malah sang guru
yang balik menyalahkan Monty. Gurunya berkata bahwa semua yang dibuat oleh
Monty itu adalah impian yang tidak masuk akal, “semuanya terlalu besar buat
anak seukuran kamu, kamu hanyalah seorang anak dari pelatih kuda miskin, mana
mungkin bisa mewujudkan itu semua, itu memerlukan biaya yang sangat besar
sekali, kamu tidak punya latar belakang, bahkan kamu tidak menyiapkan sedikit
pun untuk membangun ini, mana mungkin ini semua terjadi.”
“Kamu saya berikan waktu untuk
memperbaiki karangan ini, apa bila kamu membuat sesuatu yang lebih masuk akal,
nilaimu akan saya ubah Monty.”
Begitulah kata sang guru terhadap
Monty. Akhirnya Monty pulang dan berpikir apakah dia harus merubah semua
karannya.
Dia bertanya pada sang ayah. Sang
ayah dengan bijak hanya berkata, “Monty, ini semua terserah padamu, karena ini
semua menyangkut masa depanmu, engkau sendirilah yang bisa menentukan hidupmu.”
Satu minggu kemudian berlalu,
akhirnya Monty mengumpulkan karangan tersebut tanpa merubah sedikit pun. Monty
kecil hanya menulis, “Guru, engkau boleh menyimpan nilai E tersebut, tapi aku
akan tetap menyimpan impian (cita-cita) ini.”
Puluhan tahun berlalu sejak
kejadian itu. Sekarang, Monty besar bercerita kepada grupnya, saya bercerita
seperti ini kepada kalian karena guru saya tersebut duduk di lahan peternakan
kuda saya seluas 200 hektar dan masuk ke dalam rumah saya seluas 4000 m2. Saya
masih menyimpan karangan dulu tersebut, bahkan membingkainya dan tetap
bertulisan huruf E untuk nilainya. Dua musim panas yang lalu bahkan guru yang
memberi nilai E tersebut datang kepada Monty bersama 30 orang anak kecil
lainnya untuk melihat peternakan kuda Monty.
Pada saat pulang sang guru berkata
sesuatu kepada Monty: “Monty, saya bisa katakan kepada Anda. Pada saat menjadi
guru Anda, saya telah menjadi orang yang mencuri impian banyak dari anak-anak
seperti Anda, tapi Anda sungguh luarbiasa untuk terus mempertahankan impian
tersebut.”
Cita-cita merupakan hak setiap
orang, miliki dan genggamlah cita-cita itu, jangan biarkan badai, cercaan,
kritik yang pedas menghentikan cita-cita Anda. Kita harus optimis dengan
cita-cita yang ada, tidak perlu melenyapkan impian yang ada karena ketidak
setujuan orang lain yang memiliki cita-cita yang berbeda. Tak perlu mundur
selangkah pun, jika kita yakin bahwa cita-cita ini baik dan sungguh bukan suatu
yang mustahil kita gapai dikemudian hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar