Wahai diriku yang jauh dari kesempurnaan beribadah, wahai saudaraku yang membaca TULISAN ini, adakah di antara kita yang tahu seperti apa kondisi kita saat menghadap Allah? Bagaimanakah episode terakhir hidup kita?
Sungguh tidak ada yang bisa mengetahui bagaimankah
kondisinya nanti, alangkah bahagiannya orang-orang yang hatinya tenang saat
dipanggil Rabbnya. Betapa sedihnya orang-orang
kembali kepada asalnya, namun Allah murka padanya..Astaghfirullah,
bagaimanahkah keadaan diri ini nantinya, wahai saudarku?
Sementara hari-hari yang kita lalui selalu dengan
dosa-dosa, dengan kemegahan dunia, kita jauh dari masjid, enggan dan gengsi
bersahabat dengan orang-orang shaleh, tapi malah dengan orang salah...
Wahai diri, saudaraku yang pernah tersesat atau sedang
tersesat pada jalan kelalaian, lembah kebimbangan, siang malam mengejar dunia,
yang mengejar tahta dan harta... sungguh besar kerugian jika waktu muda telah
berlalu sedang kita masih belum mendapatkan keuntungan itu, lebih-lebih
menderita di masa tua (kematian). Pencarian terhadap kesenangan dan impian
begitu besar, tapi bisa jadi hanya kain kafan yang kita dapati.
Wahai diriku, saudaraku, inilah saatnya kita merenungi,
menangisi segala dosa dan mengadukan keaiban kita kepada yang Maha Pengampun.
Inilah saat yang terindah kembali menemukan hati yang hilang dengan kembali
pada-Nya.
Karena jika masa muda kita
biarkan dalam kubang maksiat di hadapan Allah, setelah masa tua baru mau kita
sesali...sungguh jika Allah tidak memberikan taufik dan hidayah-Nya, maka kita
akan tetap zalim selamanya...bersyukurlah jika kita telah berusaha kembali
pada-Nya mulai detik ini..
Ya Rabb, ya Ghafar, ampunilah kami dari segala kejelekan
amal buruk kami, yang lalu, sekarang atau yang akan datang. Ya Rabb, ampunilah
kami yang tak berdaya, lemah dan hina ini, yang selalu memperturutkan hawa
nafsu dan lupa pada jalan-Mu. Kami sering berfoya-foya dengan kemewahan dunia,
kami sering terlena dengan wanita/pria dunia dan melupakan balasan surgamu, padahal
kami sangat menginginkan surga..
Ya Rabb, karena Engkau Maha Tahu bahwa hati kami sangat
keras karena dosa-dosa selama ini, sangat banyak tertawa, sulit menangis.
Karena itu ya Rabb, berilah kami hati yang sehat, hati yang selamat dan lembut
sehingga kami mudah meneteskan air mata untuk mengingat dosa-dosa kami..
Ya Allah...kasihanilah kami yang hina dina ini, janganlah
Engkau hukum kami karena kelalaian kami, karena kami tidak kuasa dan sanggup
dengan azab-Mu, tapi kami juga tidak merasa pantas memasuki surga-Mu karena
dosa kami, namun Engkau adalah yang Maha Pemaaf, maka rahmatilah dan maafkanlah
kami, kabulkanlah permohonan dan doa kami..
Dalam Buku "Mencari Hati yang Hilang"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar