Selasa, 18 November 2014

BAGAIMANAKAH EPISODE TERAKHIRKU?

Wahai diriku yang jauh dari kesempurnaan beribadah, wahai saudaraku yang membaca TULISAN ini, adakah di antara kita yang tahu seperti apa kondisi kita saat menghadap Allah? Bagaimanakah episode terakhir hidup kita?


Sungguh tidak ada yang bisa mengetahui bagaimankah kondisinya nanti, alangkah bahagiannya orang-orang yang hatinya tenang saat dipanggil Rabbnya. Betapa sedihnya orang-orang kembali kepada asalnya, namun Allah murka padanya..Astaghfirullah, bagaimanahkah keadaan diri ini nantinya, wahai saudarku?
Sementara hari-hari yang kita lalui selalu dengan dosa-dosa, dengan kemegahan dunia, kita jauh dari masjid, enggan dan gengsi bersahabat dengan orang-orang shaleh, tapi malah dengan orang salah...
Wahai diri, saudaraku yang pernah tersesat atau sedang tersesat pada jalan kelalaian, lembah kebimbangan, siang malam mengejar dunia, yang mengejar tahta dan harta... sungguh besar kerugian jika waktu muda telah berlalu sedang kita masih belum mendapatkan keuntungan itu, lebih-lebih menderita di masa tua (kematian). Pencarian terhadap kesenangan dan impian begitu besar, tapi bisa jadi hanya kain kafan yang kita dapati.
Wahai diriku, saudaraku, inilah saatnya kita merenungi, menangisi segala dosa dan mengadukan keaiban kita kepada yang Maha Pengampun. Inilah saat yang terindah kembali menemukan hati yang hilang dengan kembali pada-Nya.
Karena jika masa muda kita biarkan dalam kubang maksiat di hadapan Allah, setelah masa tua baru mau kita sesali...sungguh jika Allah tidak memberikan taufik dan hidayah-Nya, maka kita akan tetap zalim selamanya...bersyukurlah jika kita telah berusaha kembali pada-Nya mulai detik ini..
Ya Rabb, ya Ghafar, ampunilah kami dari segala kejelekan amal buruk kami, yang lalu, sekarang atau yang akan datang. Ya Rabb, ampunilah kami yang tak berdaya, lemah dan hina ini, yang selalu memperturutkan hawa nafsu dan lupa pada jalan-Mu. Kami sering berfoya-foya dengan kemewahan dunia, kami sering terlena dengan wanita/pria dunia dan melupakan balasan surgamu, padahal kami sangat menginginkan surga..
Ya Rabb, karena Engkau Maha Tahu bahwa hati kami sangat keras karena dosa-dosa selama ini, sangat banyak tertawa, sulit menangis. Karena itu ya Rabb, berilah kami hati yang sehat, hati yang selamat dan lembut sehingga kami mudah meneteskan air mata untuk mengingat dosa-dosa kami..
Ya Allah...kasihanilah kami yang hina dina ini, janganlah Engkau hukum kami karena kelalaian kami, karena kami tidak kuasa dan sanggup dengan azab-Mu, tapi kami juga tidak merasa pantas memasuki surga-Mu karena dosa kami, namun Engkau adalah yang Maha Pemaaf, maka rahmatilah dan maafkanlah kami, kabulkanlah permohonan dan doa kami..

Dalam Buku "Mencari Hati yang Hilang"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar