Selasa, 18 November 2014

HIDUP BAK RODA

         Hidup ini bak roda yang senantiasa berputar dan terus berputar. Kadang berada di atas dan terkadang pula berada di bawah. Suatu ketika susah dan suatu ketika juga kita akan senang. Semua akan melawatinya seperti roda. Maka buatlah hidup ini senantiasa bermanfaat bagi orang lain dalam kondisi apa pun. Yup, mari jadikan hidup kita berguna disaat susah, bermanfaat diwaktu senang. Itulah sehelai hikmah di balik prilaku buah labu.
           Mukmin yang benar imannya adalah bukan hanya ketika dihadapkan dengan kondisi kritis saja imannya tetap mekar dan berbunga. Akan tetapi, alangkah indahnya saat dihidangkan sketsa kehidupan dalam bentuk kesenangan dan kemewahan, iman mereka juga tetap tumbuh subur berbuah. Itulah setetes air hikmah yang ada pada prilaku ikan di laut.
           Dunia adalah panggung ujian. Banyak yang berhasil menempuh ujian itu serta tidak sedikit pula yang gagal dalan ujian itu. Mereka gagal karena telah berpaling dari panduan yang telah Allah SWT tentukan, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hal inilah yang menyebabkan mereka keluar dari kebenaran dan sulit membedakan yang benar dan salah. Bahkan ada yang terus berlari dalam ketidaktahuannya. Tidak tahu di mana salah dan benar karena telah meninggalkan panduan hidup mereka. Akhirnya yang menjadi panduan sekaligus penuntun mereka adalah hawa nafsu. Sehingga apa yang baik menerut kasat mata dan di hati itulah yang diikuti. Hawa nafsu kadang  menjadi Tuhan. 
Sari Makna: jujur dalam melangkah, lurus, teguh pendirian, tidak lupa asal kehidupan, hidup sesaat penuh bermanfaat, dan tidak mengikuti hawa nafsu.

Maka buatlah hidup ini senantiasa bermanfaat bagi orang lain dalam kondisi apa pun. Yup, mari jadikan hidup kita berguna di saat susah, bermanfaat di waktu senang.” (Rizal Al-Azqy)
Oleh: Rizal Al-Azqy (Dalam bukunya yang disadur dalam beberapa tulisan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar