Kisah Sang Raja dan Langit
Di sebuah kerajaan, hidup dan berkuasalah seorang raja
yang angkuh. Raja itu sangat enggan untuk menyembah Allah. Ia selalu
memalingkan muka bahkan dengan kejam menyiksa siapapun yang berusaha
menasehatinya. Sang raja ini bahkan merasa ia sudah berada pada tingkat Tuhan,
yang menyebabkan kesombongannya meluap-luap
Hingga suatu hari, sang raja mendengar kabar ada seorang
bijaksana yang kata-katanya selalu ‘menyihir’ pendengarnya hingga, sangat
jarang orang yang menolak segala pernyataannya.
Sang raja pun penasaran sekaligus merasa tertantang. Ia
bahkan dari dulu tidak akan berubah sikap untuk terus menentang menyembah
Tuhan. Ia akhirnya mengundang sang bijaksana ini datang ke istananya.
“Katakanlah sesuatu yang membuat aku tunduk akan perintah
Allah.”
Sang bijaksanapun bertutur “Wahai baginda raja. Aku tidak
akan mengatakan sesuatu panjang lebar. Aku hanya ingin baginda lihat langit di
luar sana,” sambil telunjuknya diarahkan ke jendela istana itu.
“Untuk apa?”
“Seberapa paham Baginda raja paham soal langit? Seberapa
luas dan tinggi langit yang baginda lihat itu? Sekarang, sanggupkah orang yang
melihat langit dengan kebenaran menyatakan dirinya sebagai Tuhan?”
Sang raja tercenung, ia perlahan melihat langit yang
biru. Ia lihat di setiap sudut. Pandangannya terpukau. Tidak biasanya ia
melihat langit demikian lama penuh perhatian.
“Anda benar. Aku telah jauh keliru selama ini. Aku telah
melakukan dosa yang sangat besar.” Jawab sang raja. Akhirnya sang raja-pun
taubat.
Segelas inspirasi hikmah renungan:
Maha Suci Allah yang
menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya
matahari dan bulan yang bercahaya. (Q.S. Al Furqaan [15]: 61)
Pesan cinta hikmah renungan:
Langit indah tanpa tiang. Menjadi inspirasi yang luar
biasa. Dan ketika melihat langit dengan rasa kagum adalah hal penting yang
perlu kita biasakan. Namun yang paling penting dari itu adalah menumbuhkan
kesadaran seutuhnya bahwa langit adalah salah satu bukti bahwa manusia tiada
apa-apanya, begitu kecil untuk sombong, begitu tak berdaya untuk angkuh, begitu
tidak memiliki kekuasaan apapun untuk berbuat congkak di bumi ini. Di bumi
kecuali bagi yang melaksanakan perintah Allah sang pencipta langit.
Dan kepunyaan-Nyalah siapa
saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.
(Q.S. Ar Ruum, 30: 26)
____________________________________________________________
Hidangan Tafakur:
Lakukan Yang
Terbaik untuk Dunia
Manusia kadang berlaku tidak wajar, tak masuk akal dan
egois. Namun, cintailah mereka
Jika kau berbuat kebaikan motif dan ambisimu akan
dipertanayakan. Namun, lakukanlah kebaikan
Jika kau meraih kesuksesan teman palsu dan musuh
sejitilah yang kau dapatkan. Namun, raihlah kesuksesan
Kebaikan yang kau lakukan hari ini akan dilupakan esok.
Namun, berbuatlah
Kejujuran dan keterusterangan kadang membuatmu mudah
diperolok. Namun, jujur dan berterusteranglah
Manusia kadang berpura-pura lemah dan menjadi pengekor
mereka yang sukses. Namun, berjuanglah bagi mereka yang lemah
Apa yang kau bangun bertahun-tahun bisa jadi hancur dalam
sekejap. Namun, teruslah berkarya
Manusia memang butuh pertolongan mungkin malah
menyerangmu jika kau bantu. Namun, bantulah mereka.
Lakukan yang terbaik untuk dunia
(Puisi karya: Kashif Majeed & Ali Asad Hemani
ditejemahkan oleh Agung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar