Jumat, 17 Januari 2020

Ketika Langit jadi Pelajaran Berarti


Kisah Sang Raja dan Langit
Di sebuah kerajaan, hidup dan berkuasalah seorang raja yang angkuh. Raja itu sangat enggan untuk menyembah Allah. Ia selalu memalingkan muka bahkan dengan kejam menyiksa siapapun yang berusaha menasehatinya. Sang raja ini bahkan merasa ia sudah berada pada tingkat Tuhan, yang menyebabkan kesombongannya meluap-luap
Hingga suatu hari, sang raja mendengar kabar ada seorang bijaksana yang kata-katanya selalu ‘menyihir’ pendengarnya hingga, sangat jarang orang yang menolak segala pernyataannya.
Sang raja pun penasaran sekaligus merasa tertantang. Ia bahkan dari dulu tidak akan berubah sikap untuk terus menentang menyembah Tuhan. Ia akhirnya mengundang sang bijaksana ini datang ke istananya.
“Katakanlah sesuatu yang membuat aku tunduk akan perintah Allah.”
Sang bijaksanapun bertutur “Wahai baginda raja. Aku tidak akan mengatakan sesuatu panjang lebar. Aku hanya ingin baginda lihat langit di luar sana,” sambil telunjuknya diarahkan ke jendela istana itu.
“Untuk apa?”
“Seberapa paham Baginda raja paham soal langit? Seberapa luas dan tinggi langit yang baginda lihat itu? Sekarang, sanggupkah orang yang melihat langit dengan kebenaran menyatakan dirinya sebagai Tuhan?”
Sang raja tercenung, ia perlahan melihat langit yang biru. Ia lihat di setiap sudut. Pandangannya terpukau. Tidak biasanya ia melihat langit demikian lama penuh perhatian.
“Anda benar. Aku telah jauh keliru selama ini. Aku telah melakukan dosa yang sangat besar.” Jawab sang raja. Akhirnya sang raja-pun taubat.
Segelas inspirasi hikmah renungan:
Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. (Q.S. Al Furqaan [15]: 61)
Pesan cinta hikmah renungan:
            Langit indah tanpa tiang. Menjadi inspirasi yang luar biasa. Dan ketika melihat langit dengan rasa kagum adalah hal penting yang perlu kita biasakan. Namun yang paling penting dari itu adalah menumbuhkan kesadaran seutuhnya bahwa langit adalah salah satu bukti bahwa manusia tiada apa-apanya, begitu kecil untuk sombong, begitu tak berdaya untuk angkuh, begitu tidak memiliki kekuasaan apapun untuk berbuat congkak di bumi ini. Di bumi kecuali bagi yang melaksanakan perintah Allah sang pencipta langit.
Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.
(Q.S. Ar Ruum, 30: 26)
____________________________________________________________
Hidangan Tafakur:

Lakukan Yang Terbaik untuk Dunia
Manusia kadang berlaku tidak wajar, tak masuk akal dan egois. Namun, cintailah mereka

Jika kau berbuat kebaikan motif dan ambisimu akan dipertanayakan. Namun, lakukanlah kebaikan

Jika kau meraih kesuksesan teman palsu dan musuh sejitilah yang kau dapatkan. Namun, raihlah kesuksesan

Kebaikan yang kau lakukan hari ini akan dilupakan esok. Namun, berbuatlah

Kejujuran dan keterusterangan kadang membuatmu mudah diperolok. Namun, jujur dan berterusteranglah

Manusia kadang berpura-pura lemah dan menjadi pengekor mereka yang sukses. Namun, berjuanglah bagi mereka yang lemah

Apa yang kau bangun bertahun-tahun bisa jadi hancur dalam sekejap. Namun, teruslah berkarya

Manusia memang butuh pertolongan mungkin malah menyerangmu jika kau bantu. Namun, bantulah mereka.

Lakukan yang terbaik untuk dunia

(Puisi karya: Kashif Majeed & Ali Asad Hemani ditejemahkan oleh Agung)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar