Hidangan Kisah
Pelajaran tentang tekad
Sebenarnya hidup ini telah banyak mengajarkan
kita untuk tetap melangkah menjadi yang terbaik hingga benar-benar baik. Tekad
untuk menjadi yang terdepan adalah kekuatan yang bisa mengantarkan kita pada
hal-hal yang mustahil bagi sebagian orang. Namun, mustahil itu tidak ada, yang
ada hanya bukti yang nyata dari kebulatan tekad.
Sebuah pelajaran tentang “tekad” adalah anak
perempuan kecilku yang berusia 10 tahun, Sarah, yag lahir dengan sebuah otot
yang hilang dari kakinya hingga ia harus selalu memakai rangka besi. Ia pulang
pada suatu hari yang indah di musim semi untuk memberi tahu bahwa ia ikut
pertandingan dalam “hari pertandingan”-saat banyak diadakan pertandingan dan
nomor kompetensi.
Karena rangka besi kakinya, pikiranku mencoba
memikirkan kata-kata untuk membesarkan hati Sarahku, kata-kata yang dapat
kuucapakan padanya agar tak membiarkan peristiwa ini membuatnya
murung—kata-kata yang sering kudengar dari pelatih terkenal kepada pemainnya
saat mereka berhadapan dengan kekalahan—tapi, sebelum aku dapat mengatakan
apapun, ia menangkat kepala dan berkata, “Papa, aku menangkan dua pertandingan!”
Aku hampir tak percaya! Lalu Sarah berkata,
“Aku diuntungkan.”
Ahh. Aku tahu. Pikirku, dia pasti dibolehkan
berlari lebih dahulu…semacam keuntungan fisik. Tapi, lagi-lagi sebelum aku
dapat berkata, ia berkata,”Papa, aku bukannya lari duluan…kuuntunganku adalah
aku harus mencoba lebih keras.
Itulah tekad hati! Itulah sarahku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar